PENDIDIKAN – Genpenus Multimedia Indonesia – Media Siber Terbaik Lembaga Generasi Penerus Sosial, Mengungkap Fakta dalam Cerita https://genpenus.com Badan Usaha Media Siber Terbaik Lembaga Generasi Penerus Sosial - Media Independent, Mengungkap Fakta dalam Cerita - Sumber informasi dan inspirasi terbaru - Singkat - Padat - Akurat - Kabar Berita Terkini dan Terpercaya di Indonesia Mon, 15 Jun 2020 04:30:51 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.4.2 https://genpenus.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-images-2-32x32.jpeg PENDIDIKAN – Genpenus Multimedia Indonesia – Media Siber Terbaik Lembaga Generasi Penerus Sosial, Mengungkap Fakta dalam Cerita https://genpenus.com 32 32 DPP MOI akan menggelar Workshop Pra UKW virtual ke II https://genpenus.com/dpp-moi-akan-menggelar-workshop-pra-ukw-virtual-ke-ii/ https://genpenus.com/dpp-moi-akan-menggelar-workshop-pra-ukw-virtual-ke-ii/#respond Sun, 14 Jun 2020 16:37:50 +0000 https://genpenus.com/?p=977 GENPENUS – JAKARTA 📡 Setelah sukses melaksanakan Workshop Pra UKW (Uji Kompetensi Wartawan) Virtual Angkatan Pertama, kini Perkumpulan Media Online Indonesia(MOI) kembali akan menggelar Workshop Pra UKW Virtual Angkatan ke-II, untuk Wartawan Media Anggota MOI maupun yang mau bergabung di MOI, pada Sabtu, 20 Juni 2020, Pukul 8.00 – 12.00 WIB.

Sekretaris Jenderal DPP MOI, H.M. Jusuf Rizal didampingi Ketua Harian DPP MOI, Siruaya Utamawan kepada media di Jakarta menyebutkan, “pelaksanaan Workshop Pra UKW ini penting untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para wartawan terhadap UU Pers, Kode Etik Jurnalistik, maupun bagaimana menjadi Wartawan yang profesional, kritis dan konstruktif”.

Pelaksanaan Workshop Pra UKW adalah pembekalan untuk mengetahui kisi-kisi dan garis besar dalam pelaksanaan UKW. Dengan demikian, bagi para Wartawan Pemula atau yang belum pernah mengikuti UKW, punya referensi yang cukup saat mengikuti ujian UKW dan bisa berhasil.

“Pengalaman MOI melaksanakan UKW dengan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia), cukup banyak yang tidak berhasil sehingga perlu mengulang lagi. Untuk itu, momen pelaksanaan Workshop Pra UKW ini bisa dimanfaatkan untuk belajar dan berdiskusi dengan narasumber yang juga para penguji UKW,” tegas Jusuf Rizal yang juga Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Harian DPP MOI, Siruaya Utamawan menyampaikan, Workshop Pra UKW ini, DPP MOI menggandeng Solopos Institute (Bisnis Indonesia Group). Dilaksanakan secara virtual, melalui aplikasi Zoom.

Workshop Pra UKW ini akan dilatih oleh Narasumber dari Solopos Institute yang telah memiliki lisensi menyelenggarakan UKW dari Dewan Pers. Kelas sangat terbatas, maksimal 90 orang peserta dan berbayar Rp. 100.000,- serta berhak mendapat Piagam Kepesertaan. Untuk informasi dan pendaftaran, dipersilahkan menghubungi call centre di HP/WA 0811-11-0404.

“Workshop Pra UKW virtual MOI – Solopos Institute Angkatan II, diselenggarakan merespon terhadap banyaknya permintaan rekan-rekan Wartawan Media Anggota MOI, juga implementasi komitmen MOI dalam rangka meningkatkan kualitas SDM Anggota MOI di bidang jurnalistik, guna mampu memperoleh sertifikat kompetensi profesi wartawan,” pungkas Siruaya Utamawan yang juga sebagai Ketua Pelaksana Workshop ini.

Menurut catatan Redaksi, Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) didirikan 28 September 2018 ini cukup agresif melakukan konsolidasi kedaerah, guna melengkapi persyaratan menjadi Anggota Dewan Pers. DPP MOI dipimpin oleh : Ketua Umum, Rudi Sembiring Meliala; Ketua Harian, Siruaya Utamawan; Sekjen, H.M. Jusuf Rizal; dan Bendum, Hj. Candra Manggih. ( © Uyo Taryo )

Rate News
]]>
https://genpenus.com/dpp-moi-akan-menggelar-workshop-pra-ukw-virtual-ke-ii/feed/ 0
Kades Simon, tekankan pelajar agar mengamalkan sila sila Pancasila https://genpenus.com/kades-simon-tekankan-pelajar-agar-mengamalkan-sila-sila-pancasila/ https://genpenus.com/kades-simon-tekankan-pelajar-agar-mengamalkan-sila-sila-pancasila/#respond Sat, 08 Feb 2020 05:41:26 +0000 https://genpenus.com/?p=890 GENPENUS – Banyuasin | Suasana Balai desa Mekarjaya dipadati lebih dari 300 pelajar yang antusias mengikuti penyuluhan hukum yang digelar oleh Kepala desa Dalam rangka mencerdaskan pelajar dan menambah wawasan bagi para pelajar, serta peduli terhadap pendidikan. ( Jumat, 7 /2/20)

 

Kepala desa Mukti Jaya yang akrab disapa pak Simon mengatakan, ”

Acara tersebut diselenggarakan dengan tujuan agar dapat menambah pengetahuan bagi para pelajar supaya mereka tidak terjerumus pada hal hal perbuatan yang melanggar hukum.

 

Dalam sambutannya, Beliau mengharapkan Agar para pelajar tetap Cinta pancasila, bukan Cuma dihapal saja, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari hari, dan tetap taat pada hukum.

 

“Para pelajar adalah aset yang wajib dirawat dan diarahkan mulai dari hal hal kecil dalam kehidupan sehari hari agar masa depan mereka lebih terarah, berguna bagi masyarakat dan negara, makanya kita laksanakan sosialisasi hukum ini. “tuturnya.

 

Selain perwakilan peserta yang datang dari Madrasah Aliyah, Sekolah Dasar dan SMP 2 muara telang, Tampak juga hadir Camat muara telang H Sobri. S.Sos, MM, kapolsek muaratelang , ibu ibu PKK, para dewan guru, Jajaran BPD dan beberapa tokoh masyarakat desa Mukti Jaya.

 

Pada kesempatan yang sama camat muara telang merasa bangga dengan penyelenggaraan sosialisasi yang diprakarsai Kepala desa Mukti Jaya tersebut, karena ini merupakan sosialisasi yang pertama kalinya di Muara telang. dalam sambutannya ia berperan kepada para peserta agar selalu giat dalam belajar, taat beribadah, taat pada orangtua dan guru serta patuhi hukum yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

 

” Saya berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat menambah pengetahuan para pelajar agar dalam kehidupannya lebih terarah baik untuk saat ini dan di masa mendatang. Dan semoga acara sosialisasi seperti ini dapat diikuti dan dilaksanakan oleh désa désa yang lain” ungkapnya.

 

Sementara itu, kapolsek muaratelang selaku narasumber dalam paparannya menyebutkan bahwa, selain Pancasila kita harus paham juga tentang Bhinneka tunggal ika.

 

” Di desa muara telang ada beberapa suku, ada suku dari bali, suku Jawa dan lainnya, Maka sebagai pelajar kita harus menjaga keutuhan keragaman tersebut.

Yang lebih utama yang harus kita jaga adalah ahlak dan Budaya saling menghormati agar tercipta kerukunan diantara kita semua ” Tandasnya.

 

Ia menambahkan, Hukum yang telah dibuat Pemerintah wajib dipatuhi oleh kita semua, apalagi sekarang ada UU ITE, kita jangan melakukan share konten sembarangan harus di baca dengan seksama terlebih dahulu, jangan sampai menyebarkan informasi yang bersifat hoax.

 

” Saya menegaskan kepada para siswa agar tidak membawa HP ke sekolah, bagi yang ketauan membawa HP agar para dewan guru dapat menghukum siswa tersebut dan mengamankan HPnya. Ingat Jempolmu harimaumu. ” Tegasnya.

 

Ia berpesan kepada para siswa agar selalu patuh terhadap hukum, dalam berkendara harus pakai hèlm, jangan melawan arus, jangan kebut kebutan, karena inilah pelanggaran yang paling sering terjadi” tambahnya.  ( Mar)

 

Rate News
]]>
https://genpenus.com/kades-simon-tekankan-pelajar-agar-mengamalkan-sila-sila-pancasila/feed/ 0
Ki Edi mengapresiasi Rekam Jejak dan sumbangsih “Taufiq Kiemas” https://genpenus.com/ki-edi-mengapresiasi-rekam-jejak-dan-sumbangsih-taufiq-kiemas/ https://genpenus.com/ki-edi-mengapresiasi-rekam-jejak-dan-sumbangsih-taufiq-kiemas/#respond Thu, 26 Dec 2019 03:10:42 +0000 https://demo.afthemes.com/covernews-pro/?p=12 Genpenus – Palembang ¦ Untuk menghargai dan mengapresiasi Rekam Jejak dan sumbangsih tokoh bangsa “Taufiq Kiemas”, Himpunan Keluarga Tamansiswa akan menggelar In Memoriam Taufiq Kiemas ‘ Sumbangsih untuk Bangsa’ yang Rencananya akan di gelar dalam bentuk Rangkaian mulai dari Desember akhir ini sampai Januari akan di buka dengan Dialog Terbuka pada 30 Desember 2019 bertempat di Universitas Tamansiswa Palembang. Hal ini disampaikan Ki Edi ketika ditemui Genpenus di Taman Siswa Palembang (26/12).

Menurut Ki Edi Susilo, selaku Ketua Pelaksana Acara menuturkan bahwa acara tersebut murni kita dedikasikan terhadap perjuangan bapak Taufiq Kiemas atas perjuangannya. Bapak taufiq Kiemas adalah salah satu tokoh besar yang berasal dari darah Sumatera Selatan yang mengajarkan tentang kenegarawanan.

“Pak Taufiq Kiemas yang lahir pada 31 Désémber 1942, dari orang tua bersama Tjik Agoes Kiemas yang berasal dari Sumsel dan Ibu Hamzatun Rusia yang berdarah Minang. Pak Taufiq di besarkan dalam keluarga dalam pemikiran Islam politik yang kuat dan tumbuh dewasa dalam alam politik Nasionalis yang kuat. Dan pada akhirnya menjadi ketua MPR RI yang kita sama sama tahu melahirkan sebuah kebijakan yang luar biasa yaitu empat pilar bernegara” begitu Tutur Ki Edi.

Lebih Jauh Ki Edi Menegaskan Bahwa kita harus bangga sebagai orang Sumatera Selatan memiliki Tokoh Negarawan seperti bapak Taufiq Kiemas. Beliau banyak mengajarkan betapa kehidupan berbangsa butuh satu keseimbangan sehingga pluralisme dalam berbangsa itu menjadi penting.
“Menjadi seorang Nasionalis itu tidak harus islamofobia, begitu pun sebaliknya dan itu yang di ajarkan secara langsung oleh Bapak Taufiq Kiemas” Tegas Ki Edi.

Bapak Taufik Kiemas yang meningal pada 8 Juni 2013 juga pernah Menjabat Struktur yang cukup Penting di Persatuan Tamansiswa yaitu sebagai Ketua Badan Pembina Persatuan Tamansiswa masa bakti 2006 – 2011.

Melalui Rangkaian agenda ini Himpunan Keluarga Tamansiswa mengajak kepada seluruh Elemen bangsa untuk kembali meneladani rekam jejak Taufiq Kiemas sebagai negarawan. ” tambahnya. 🔘 ( Yu2)

Rate News
]]>
https://genpenus.com/ki-edi-mengapresiasi-rekam-jejak-dan-sumbangsih-taufiq-kiemas/feed/ 0
Tidak Hormat bendera, 2 siswa dikembalikan kepada orangtuanya https://genpenus.com/tidak-hormat-bendera-2-siswa-dikembalikan-kepada-orangtuanya/ https://genpenus.com/tidak-hormat-bendera-2-siswa-dikembalikan-kepada-orangtuanya/#respond Tue, 26 Nov 2019 14:44:51 +0000 http://themes.gianmr.com/kardun/?p=29 GENPENUS – Batam | Dua orang siswa SMPN 21 Batam dikembalikan ke orang tua karena menolak hormat Bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Keputusan ini diambil setelah pembinaan dan pendekatan ke siswa bersama orang tuanya tak membuahkan hasil .  “Mereka pada saat melaksanakan upacara tidak mau hormat bendera dan tidak mau menyanyikan lagu Indonesia Raya. Jadi memang dengan berat hati kita kembalikan ke orang tua,” kata Kadis Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan kepada wartawan, Selasa (26/11/2019).

Keputusan ini diambil dan dituangkan dalam berita acara pertemuan pihak sekolah, Disdik, Danramil, perwakilan Polsek termasuk Dewan Pendidikan. Hendri mengutip pernyataan dalam rapat soal perilaku kedua siswa sudah menyalahi aturan dalam negara. Perilaku ini juga dikhawatirkan akan membawa pengaruh ke siswa didik lainnya.  Setelah kesepakatan diambil, pihak sekolah, menurut Hendri, akan memanggil orang tua kedua siswa untuk mengembalikan murid didik tersebut.  “Namun tetap kita fasilitasi agar mereka dapat mengenyam pendidikan nonformal,” sambung Hendri.

Kedua siswa ini tercatat duduk di kelas 8 dan kelas 9. Peristiwa penolakan hormat bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya saat upacara sekolah disebut Hendri sudah terjadi sejak satu tahun lalu.   “Mereka menganut aliran kepercayaan tertentu. Selama ini sejak kelas 7, sudah 1 tahun lebih setiap upacara tidak mau hormati bendera dan tidak mau nyanyi Indonesia Raya dan kita ambil keputusan itu,” sambung Hendri.

Saat itu, orang tua kedua siswa sudah ditemui pihak sekolah. Namun kedua siswa ini menurut Hendri tetap menolak hormat bendera.  “Orang tua sudah sering dipanggil, diberi pemahaman. Daripada berpengaruh ke siswa lain, maka hasil rapat memutuskan seperti itu (mengembalikan ke orang tua),” katanya.

Sementara itu komisioner KPAI Kepulauan Riau, Erry Syahrial, mengatakan sikap menolak hormat bendera ini sudah dibahas bersama orang tua.  “Berulang kali guru agama dan Pembina OSIS mengadakan pendekatan tetapi hasilnya nol bahkan menimbulkan beberapa perselisihan pendapat,” ujar Erry terpisah.

Karena tak ada kata sepakat, kejadian ini dibawa ke pihak berwajib untuk dilakukan komunikasi meluruskan sikap kedua siswa yang salah.  “Hal yang perlu digarisbawahi dalam hal ini adalah kedua anak tersebut menyatakan keberatan untuk mengangkat tangan (hormat bendera) pada saat upacara bendera,” sambung Erry.(fdn/tor)

sumber :detiknews

 

Rate News
]]>
https://genpenus.com/tidak-hormat-bendera-2-siswa-dikembalikan-kepada-orangtuanya/feed/ 0
Kesbangpol Palembang, Sukses Persatukan Perbedaan dalam pembauran https://genpenus.com/kesbangpol-palembang-sukses-persatukan-perbedaan-dalam-pembauran/ https://genpenus.com/kesbangpol-palembang-sukses-persatukan-perbedaan-dalam-pembauran/#respond Thu, 07 Nov 2019 03:13:50 +0000 https://corong.co.id/?p=646 Perbedaan disatukan dalam Pembauran, diselenggarakan kesbangpol kota Palembang dalam acara diskusi dan dialog FPK selama 3 hari dan diikuti oleh perwakilan tokoh masyarakat dari 18 kecamatan di palembang, hal ini dilakukan sebagai wujud dan upaya Bela Negara BAKESBANGPOL Palembang.

Pembauran keanekaragaman ras, golongan, suku, agama dari berbagai elemen masyarakat, terlihat begitu akrab di sela sela sarapan pagi bersama pada acara diskusi dan dialog Forum pembauran kebangsaan ( FPK ) yang di selangi dengan komunikasi saling tukar informasi di ballroom atiyasa convention center palembang. (7/11/2019). 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh BAKESBANGPOL Kota Palembang hari ini merupakan hari ketiga dengan menghadirkan narasumber salah satunya dari Universitas Sriwijaya Jaya Palembang dan mengundang para tokoh masyarakat, dari wilayah zona 3 meliputi ; Kecamatan Seberang ulu 1, Kecamatan Sematang Borang, Kecamatan Sebrang Ulu 2, Kecamatan Sako, Kecamatan Sukaramé, dan Kecamatan Plaju.  

Satu hal yang menarik, Tampak hadir tokoh agama dari PMKRI dengan ciri khas pakaian yang unik dengan warna merah dan topi baret khasnya.   Pada sudut lain terlihat juga hadir Tokoh pemuda dari karang taruna, Kelompok Informasi Masyarakat ( KIM ), perwakilan dari PMKRI dan para tokoh Agama, serta tokoh masyarakat Sebagai peserta Dialog tersebut.  

Sebagai Plt Kabid Kesatuan Bangsa, Dra. Hj Radiostuti MM, merasa bersyukur atas terselenggaranya kegiatan dialog FPK tersebut, ia juga berterima kasih kepada para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta perwakilan dari tiap tiap kecamatan yang telah bersedia hadir mengikuti kegiatan diskusi tersebut. 

Acara ini kami Laksanakan sebagai salah satu upaya jajaran BAKESBANGPOL Kota Palembang dalam memelihara persatuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti Pancasila dan sebagai wujud cinta tanah air serta upaya Bela Negara. ” ungkapnya.  

Saya mengucapkan Terimakasih kepada para narasumber yang telah bersedia memberikan materi dan berbagi ilmu untuk para peserta diskusi, tidak lupa saya ucapan Terimakasih juga kepada panitia kegiatan dan jajaran BAKESBANGPOL Kota Palembang yang telah berusaha mensukseskan kegiatan diskusi dan dialog guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya integrasi bangsa. ” tuturnya.  

” Alhamdulillah kegiatan yang telah dilaksanakan selama 3 hari ini berjalan dengan aman, tertib, dan penuh persaudaraan. Walaupun mereka berbeda beda tapi tetap terlihat suasana keakraban diantara mereka sangat luar biasa. “

Semoga dengan dilaksanakannya kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 600 peserta yang hadir dari 18 kecamatan di Kota Palembang ini dapat menjadi jembatan masyarakat guna meningkatkan tali silaturahmi, mempererat persaudaraan, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pembauran untuk Palembang emas Darussalam.” tambahnya. (Yuyu)

Rate News
]]>
https://genpenus.com/kesbangpol-palembang-sukses-persatukan-perbedaan-dalam-pembauran/feed/ 0
Diskusi hari kedua makin ramai, masyarakat bangga atas kinerja kesbangpol https://genpenus.com/diskusi-hari-kedua-makin-ramai-masyarakat-bangga-atas-kinerja-kesbangpol/ https://genpenus.com/diskusi-hari-kedua-makin-ramai-masyarakat-bangga-atas-kinerja-kesbangpol/#respond Wed, 06 Nov 2019 08:29:55 +0000 https://corong.co.id/?p=638 GENPENUS ~ PALEMBANG 📡 Suasana di ruang  gedung Atiyasa Convention Center nampak ramai oleh penggiat Forum Pembauran Kebangsaan kota Palembang, Terlihat hadir Drs Muhammad Fauzi M.Si selaku narasumber dari BAKESBANGPOL Provinsi Sumatera Selatan dalam acara Dialog dan Diskusi Pembauran yang dilaksanakan oleh BAKESBANGPOL Kota Palembang, Rabu, 6 Nopember 2019.

Dalam paparannya, Drs Muhammad Fauzi MSi menerangkan bahwa, Forum pembauran kebangsaan adalah wadah informasi, komunikasi, konsultasi, dan kerjasama antara warga masyarakat yang diarahkan untuk menumbuhkan, memantapkan dan memelihara serta mengembangkan pembauran kebangsaan.  

” Faktor pendorong terwujudnya pembauran kebangsaan antara lain ; semangat cinta tanah air,supremasi hukum, kualitas pendidikan, kesejahteraan, patriotisme dan nasionalisme, serta gotongrotong dan kerjasama masyarakat” tuturnya.  

Selanjutnya, Penyelenggaraan pembauran kebangsaan adalah proses pelaksanaan kegiatan integrasi anggota masyarakat dari berbagai Ras, suku, etnis, melalui interaksi sosial dalam bidang bahasa, adat istiadat, seni budaya, pendidikan dan perekonomian untuk mewujudkan kebangsaan indonesia tanpa harus menghilangkan identitas ras, suku, dan etnis masing masing dalam kerangka negara kesatuan republik indonesia. 

Ia menambahkan, Sebagai anggota Forum Pembaruan Kebangsaan, kita memiliki beberapa tugas, diantaranya ;  Menjaring aspirasi masyarakat di bidang pembaruan kebangsaan, Menyelenggarakan forum dialog dengan pimpinan ormas pembaruan kebangsaan, pemuka adat, suku dan masyarakat. Menyelenggarakan sosialisasi kebijakan yang berkaitan dengan bembauran kebangsaan. Merumuskan rekomendasi kepada pemimpin wilayah sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembauran kebangsaan.  

Pada sela sela diskusi, Hendra satryawan ketika diminati keterangan wartawan Corong, sebagai peserta diskusi dan  selaku tokoh masyarakat, ia mengatakan ” Kegiatan diskusi dan dialog yang diFasilitasi KESBANG ini sangat bagus, dan saya sangat bangga atas kinerja kesbang kota ini, saya mengacungkan jempol untuk jajaran KESBANG, karena dengan adanya pertemuan di atiyasa ini dapat terjalinnya silaturahmi antar tokoh masyarakat se kota Palembang, dan dengan adanya silaturahmi hari ini kedepan kita dapat berkomunikasi saling berbagi kabar situasi di wilayah kecamatan masing masing dengan harapan mendapatkan solusi atas masalah masalah yang terjadi”. 

Menurutnya, pembauran adalah berbaur, berbaur itu bercampur, bercampur dalam arti bersatunya semua masyarakat yang berasal dari berbagai elemen, suku, ras, agama, dan antar golongan di kota Palembang untuk mengamankan dan mempertahankan zero konflik di kota Palembang. 

  Di Palembang ini, yang saya tahu tidak sedikit warga Cina, dan agama Budha, Kristen dan lainnya,  Saya berharap acara seperti ini tidak dilaksanakan sekali saja, tapi alangkah lebih baiknya jika dilaksanakan secara rutin, misalnya setiap bulan atau 3 bulan sekali, agar kita tidak lupa dan juga untuk tetap mempertahankan dan memelihara persatuan dan kesatuan ini” katanya.  

Sementara itu, Dra. Hj. Radiostuti, MM, mengungkapkan  bahwa Masyarakat kota Palembang terdiri dari kebhinekaan Ras, Suku dan Agama yang tersebar dari Hulu dan Hilir kota, keanekaragaman ini merupakan ciri khas bangsa Indonesia, Kebhinekaan ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara di masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.  Berdasarkan Keanekaraagaman kami berupaya ingin menciptakan suatu pembauran dimasyarakat agar tetap terjaganya rasa persatuan guna terciptanya kerukunan dan zero konflik di Palembang ini, oleh sebab itu kami menjembatani masyarakat dengan diadakannya forum diskusi ini. ” tuturnya. 

  Pada Kegiatan diskusi hari kedua ini, kami telah mengundang beberapa perwakilan dari 6 kecamatan, meliputi : Kecamatan Kemuning, Kecamatan Kalidoni, Kecamatan Kertapati, kecamatan Ilir Timur 2, Kecamatan Ilir Timur 3, Seberang Ulu 1, dan Kecamatan Jakabaring, alhamdulillah terlihat mereka banyak yang hadir. ” ungkapnya.  

Kami berharap pada akhir acara kegiatan besok, kami mampu mencetak lebih dari 600 pelopor penggiat pembauran dan semoga dengan adanya kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemahaman tentang arti Pancasila dan semoga dapat mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari hari “. tambahnya. ( Yu2 )

Rate News
]]>
https://genpenus.com/diskusi-hari-kedua-makin-ramai-masyarakat-bangga-atas-kinerja-kesbangpol/feed/ 0
Membentuk karakter Ormas yang bersinergitas, melalui Sosialisasi Peraturan Organisasi. https://genpenus.com/membentuk-karakter-ormas-yang-bersinergitas-melalui-sosialisasi-peraturan-organisasi-2/ https://genpenus.com/membentuk-karakter-ormas-yang-bersinergitas-melalui-sosialisasi-peraturan-organisasi-2/#respond Thu, 31 Oct 2019 06:56:51 +0000 https://corong.co.id/?p=657  

GENPENUS – PALEMBANG 📡 Dalam rangka meningkatkan Peran, Fungsi, dan pemahaman tentang organisasi kemasyarakatan, serta mengingat organisasi kemasyarakatan merupakan wadah menyalurkan kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Palembang menyelenggarakan Sosialisasi Peraturan Bidang Organisasi Kemasyarakatan di Graha Atiyasa convention center Jl Kapten Anwar Arsyad Demang Lebar daun Palembang ( 31/10/2019).

Dalam sambutannya, Dra Hj. Radiostuti MM selaku Kabid Fasilitasi Ormas dan Orpol mengatakan bahwa dengan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi ini ia berharap agar setiap Organisasi yang ada di Palembang dapat memahami peraturan perundang undangan, sehingga memiliki landasan hukum dalam menjalankan roda kehidupan berorganisasi. 

” Dengan diadakannya kegiatan sosialisasi peraturan bidang ORMAS tersebut, saya berharap dapat membentuk karakter organisasi yang bersinergitas sehingga setiap organisasi dapat menjalankan hak dan kewajibannya, serta memberikan kontribusi bagi Pemerintah dalam membangun bangsa dan Negara khususnya untuk kota Palembang yang kita cintai ini ” ungkapnya. 

Ia mengatakan bahwa Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan keputusan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Palembang dan Berpedoman pada Undang undang Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2017 tentang penetapan peraturan Pemerintah pengganti undang undang Nomor 2  tahun 2017 tentang perubahan Undang Undang Nomor 17 tahun 2013 tentang organisasi kemasyarakatan menjadi Undang Undang. 

” Secara garis besar, sosialisasi peraturan ormas ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada tiap tiap ormas dan organisasi kepemudaan, agar dapat meningkatkan kemandirian, kedewasaan dalam berorganisasi serta mengoptimalkan kinerja dan akuntabilitas organisasi kemasyarakatan ” tambahnya. 

Kegiatan yang dilaksanakan mulai jam 08:00 tersebut dihadiri oleh masing masing 5 orang perwakilan yang diutus  dari tiap tiap ormas dan OKP se kota Palembang, Terlihat hadir beberapa pengurus dan anggota ormas dari LSM Lanjak, Ampera, Genpenus, Tagana, KNPI, KarangTaruna, dan tampak hadir juga beberapa tokoh masyarakat yang ada di kota Palembang. 

Sementara itu, Jefri Febriansyah yang turut hadir mewakili Karang Taruna Kelurahan Siring Agung merasa terbantu dengan adanya sosialisasi peraturan organisasi tersebut,” saya sangat berterima kasih kepada Jajaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Palembang, karena dengan adanya sosialisasi ini saya mendapatkan pelajaran yang berharga berupa pedoman pedoman untuk menjalankan roda kehidupan organisasi khususnya karangtaruna di Siring Agung, ” tuturnya. 

Menurutnya, walaupun baru sedikit saya mulai memahami tentang apa itu ormas, landasan hukum ormas, hak dan kewajiban ormas, serta sedikit paham tentang cara berorganisasi yang baik sesuai peraturan perundang undangan. 

Jefri menambahkan, dengan dilaksanakannya giat sosialisasi ini saya berharap rekan rekan pengurus dan anggota ormas ataupun organisasi kepemudaan di Palembang dapat bersinergi dan terus berkarya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, serta dapat berperan aktif sebagai mitra Pemerintah dalam membangun bangsa dan negara untuk Kesejahteraan masyarakat. 🔘

Rate News
]]>
https://genpenus.com/membentuk-karakter-ormas-yang-bersinergitas-melalui-sosialisasi-peraturan-organisasi-2/feed/ 0
Pemuda & Mahasiswa harus bisa cari uang sendiri https://genpenus.com/pemuda-mahasiswa-harus-bisa-cari-uang-sendiri/ https://genpenus.com/pemuda-mahasiswa-harus-bisa-cari-uang-sendiri/#respond Mon, 28 Oct 2019 05:31:52 +0000 https://corong.co.id/?p=586 GENPENUS – PALEMBANG 📡  Bertempat diruang seminar Mahameru hotel swarna dwipa berkumpul ratusan mahasiswa dan pemuda di palembang. Kehadiran mereka dalam rangka menghadiri acara bertajuk, Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam dunia kewirausahaan (28/10).

Dihadiri pembicara, ir.Hj.Ernila Rizar MM (kepala dinas perindustrian Sumsel), Yustianus (kepala dinas perdagangan sumsel), Basroni SE (penggiat UKM/pengusaha property sumsel), ibu Inayah (pengusaha jasa boga). kegiatan ini diselenggarakan Sriwijaya Enterprenuer Community dikomandani oleh Pak Basroni SE. Bertujuan membangkitkan minat dan bakat pemuda dan mahasiswa untuk memulai menjadi pengusaha muda.

. Dikatakan juga oleh Basroni SE, yang juga dikenal Ketua Banteng Muda Indonesia Sumsel, tidak hanya menggugah minat dan bakat pemuda dan mahasiswa akan tetapi juga mengundang pengusaha muda yang sudah memulai usaha usaha kecil untuk menambah semangat berbisnis. (av)

Rate News
]]>
https://genpenus.com/pemuda-mahasiswa-harus-bisa-cari-uang-sendiri/feed/ 0
Syafii efendi ajak pemuda/i palembang nikah muda dan haramkan pacaran https://genpenus.com/syafii-efendi-ajak-pemuda-i-palembang-nikah-muda-dan-haramkan-pacaran/ https://genpenus.com/syafii-efendi-ajak-pemuda-i-palembang-nikah-muda-dan-haramkan-pacaran/#respond Sun, 27 Oct 2019 10:43:01 +0000 https://corong.co.id/?p=581 GENPENUS ~ Sumsel 📡 Syafii efendi ajak pemuda/i palembang nikah muda dan haramkan pacaran, Hal itu diungkapkan syafii efendi dalam acara seminar nasional medical preneur yang diadakan oleh organisasi kepemudaan Wimnus di graha sriwijaya palembang. 

Dengan gaya khas yang enerjik dan lucu syafii
memukau 1.700 peserta seminar nasional medical preneur dalam membangun jiwa enterpreneurship pada tenaga kesehatan, mahasiswa dan pelajar dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.
Syafii mengatakan bahwa pemuda/i sekarang salah pergaulan. Diusia muda dihabiskan untuk pacaran dan melupakan pekerjaan yang akan menjadi bekal perjalanan hidup dikemudian hari. Lebih baik membangun jiwa usaha dibanding menjalani kegiatan pacaran. Pacaran itu haram, pacaran boleh tetapi setelah menikah.
Dalam acara itu turut pula dihadiri oleh gebernur sumsel H. Herman deru yang diwakili oleh asisten I bidang kesra, Dr. Ahmad Najib SH, MHum. Ketua yayasan STIK Khodijah, Toni Pangarbesi Msi.
Toni pangarbesi mengatakan bahwa acara ini merupakan langkah awal dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dalam daya proporsional belajar.
Gubernur sumsel yang diwakili oleh Asisten I Dr. Ahmad Najib mengatakan dalam membangun sumber daya manusia yang kuat dan unggul diperlukan jiwa daya saing yang tinggi, mempunyai semangat enterpreur yang baik. Lebih dari itu untuk sukses adalah kerja. Harus fokus dan kerja keras dan optimis dalam segala hal serta jangan lupa berdoa.

Narasumber seminar pun dihadiri oleh tokoh akademisi bidang kesehata seperti

  • M. Yamin dewan pengurus wilayah Sumsel. Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
  • Wawan Asri. Ketua Wimnus sumsel.
  • Moderator Naspadia dari Stikes Siti Khidijah.

Perlu diketahui sosok pemuda motivator ini sudah malang melintang dalam acara seminar kepemudaan baik tingkat nasional maupun internasional.

Syafii Efendi sendiri selaku Presiden Pemuda OKI (Organisasi Kerjasama Islam) Indonesia yang berafiliasi dengan presiden Turki Erdogan serta pembuat 8 buku best seller trainer motivator termuda Indonesia.
President of OIC Youth Indonesia Intrenational publik speaker, Penerima 2 rekor muri, Pemilik 2 kampus
Dan Pendiri Wimnus ini mengatakan pemuda/i palembang harus berani dan komitmen untuk merubah kepribadian dirinya dari sekarang yang dulu terbiasa meminta uang sama orang tua sekarang harus bisa menghasilkan uang untuk keluarga.

Selain itu, ketua panitia acara seminar dari dosen dan panitia stikes siti khodijah yang diwakili oleh Adi saputra Skep. MKes mengatakan hampir 70 % peserta yang hadir dari sekitar 1.200 orang adalah mahasiswa dari Stikes Siti Khidijah Palembang. Yang mana dalam hal ini diharapkan agar mahasiswa yang nantinya lulus kuliah mempunyai peran enterpreneur yang bisa mengoptimalkan pelajaran semasa kuliah untuk membuka peluang kerja ataupun peluang usaha menciptakan tenaga kerja sendiri. Selain itu lulusan terbaik 5 akan ditempatkan kerja di rumah sakit milik siti khodijah tanpa jalur tes. (Afan)

Rate News
]]>
https://genpenus.com/syafii-efendi-ajak-pemuda-i-palembang-nikah-muda-dan-haramkan-pacaran/feed/ 0
Dengan e-Sabak akan membuat kita familiar kepada penggunaan teknologi https://genpenus.com/dengan-e-sabak-akan-membuat-kita-familiar-kepada-penggunaan-teknologi/ https://genpenus.com/dengan-e-sabak-akan-membuat-kita-familiar-kepada-penggunaan-teknologi/#respond Fri, 09 Jan 2015 16:11:34 +0000 https://genpenus.com/?p=988

GENPENUS – JAKARTA 📡  Alasan pemerintah mengusung sabak elektronik (e-Sabak) sebagai alternatif pengganti buku pelajaran adalah efisiensi distribusi buku ke sekolah. Diungkapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, biaya pengiriman buku baik di wilayah Jawa maupun luar Jawa sangat besar.

“(dengan e-Sabak) kita dapat mengefisienkan (biaya pengiriman) ini,” katanya pada telewicara dengan radio Elshinta, Jumat (9/01/2015).

Menteri Anies mengatakan, setiap anak akan mendapat satu buah e-Sabak. Di dalamnya terdapat semua materi yang akan dipelajari. Namun demikian, kata dia, penggunaan e-Sabak yang berbentuk peranti tablet,  akan dilakukan secara bertahap. Pertama, tablet ini baru akan menjadi buku elektronik saja. “Sehingga tablet itu pemanfaatannya masih sebatas sebagai buku atau e-book,” katanya.

Mendikbud mengatakan, setiap unit sabak yang diterima siswa tidaklah mereka beli. Ada jasa yang memberikan mereka pinjaman penggunaan. “Jadi kalau ada masalah pun pemberi povider itu yang akan menyelesaikan masalahnya,” katanya.

Mendikbud mengatakan, dalam fase pertama ini e-Sabak belum tersambung dengan fasilitas internet. Materi yang ada di tablet itu adalah materi yang dikirimkan atau ditransfer, biasanya kepada sekolah, melalui akses langsung kemudian difungsikan di tablet tersebut.

“Intinya adalah (e-Sabak) ini membuat familiar kita kepada penggunaan teknologi, dan secara bertahap membuat kita bisa belajar menggunakan teknik-teknik yang lebih interaktif,” katanya.

 

Mendikbud menyadari hal ini bukan tanpa tantangan. Ia menambahkan, dalam menggunakan buku elektonik tersebut tidak hanya siswa yang harus belajar. Guru pun harus dilatih. Bahkan di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T), fasilitas listrik adalah salah satu tantangan utama.

Untuk mendukung langkah ini, Mendikbud mengatakan, pemerintah sedang bekerja keras membangun fasilitas, baik infrastruktur ICT, maupun infrastruktur transportasi di daerah-daerah yang tidak terjangkau. “Meskipun sekarang listriknya belum memadai, kita masih banyak cara untuk generating electricity itu. Kita percaya ke depan pasti akan punya fasilitas elektronik yang baik,” katanya. (©  Aline Rogeleonick)

Rate News
]]>
https://genpenus.com/dengan-e-sabak-akan-membuat-kita-familiar-kepada-penggunaan-teknologi/feed/ 0