Gerbang Tani sumsel & aktivis sumsel menyoroti konflik agraria dan karhutla

 ORGANISASI, PERISTIWA, SUMATERA SELATAN

 GENPENUS ~ SUMSEL 📡 Persoalan karhutla dan konflik agraria di sumatera selatan semakin menarik dikupas. terlihat hal ini dalam Serial Diskusi Agraria yang diadakan Gerbang Tani (23/10). 

acara yang bertempat di cafe bilangan jalan sumpah pemuda palembang bertematik PTPN 7 cinta manis, konflik agraria & kebakaran lahan yang tak kunjung padam.  Dihadiri undangan puluhan mahasiswa , aktivis dan penggiat agraria terungkap bahwa, “karhutla yg terjadi di wilayah PTPN 7 cinta manis diduga kuat disengaja dibakar oknum suruhan perusahaan” ujar dedek chaniago aktivis agraria. “bahkan, info dari masyarakat yang bekerja sebagai buruh panen di lahan perusahaan, bahwa kalau tebu terbakar menguntungkan perusahaan secara ekonomis, karena kadar gulanya jadi tinggi dan bayar upahnya rendah ” tambah dedek. 

Dalam kesempatan ini dihadirkan pembicara antara lain, bagindo togar butar butar pengamat sospol, anwar sadat dari gerbang tani, Yogi dari Walhi.  Closing statemen anwar sadat ada kemampuan pemerintah daerah untuk menyelesaikan konflik agraria diantaranya tertuang dalam Kepres 34 Tahun 2003, Tentang Kebijakan Nasional di Bidang Pertanahan, yang diantaranya memberikan kewenangan dan tanggungjawab kepada Bupati untuk menyelesaikan konflik agraria PTPN 7 Cinta Manis, namun hal ini tidak dimaksimalkan oleh Bupati Ogan Ilir.

Sementara untuk kebakaran lahan yang selalu terjadi pada areal ptpn 7 Cinta Manis, regulasinya sudah jelas tertuang dalam PP 4 Tahun 2001.  Muncul solusi konkret di forum tersebut dalan penyelesaian konflik agraria adalah dibentuknya Peraturan Daerah. (av)

Rate News

Berita Terkait



KABAR BERITA TERBARU

Tinggalkan Balasan