HIMPKA gelar dialog terbuka sumbangsih untuk bangsa

 ADVERTORIAL, SEJARAH, SUMATERA SELATAN

GENPENUS – PALEMBANG ¦ Dalam rangka Mengenang almarhum bapak Taufik Kiemas, puluhan mahasiswa Universitas Tamansiswa bersama para aktivis dan tokoh tokoh Universitas yang tergabung dalam Himpunan Keluarga Taman Siswa (HIMPKA) menggelar acara dialog terbuka di kampus Universitas Taman Siswa Palembang, Senin (30/12/2019).

Acara yang digelar dengan tema taufiq Kiemas in memoriam : “Sumbangsih untuk Bangsa”. Dihadiri Rektor Unitas Palembang, Joko Siswanto, Bung FK, Bung E. Gultom, dan para aktivis lainnya juga memeriahkan acara tersebut.

 

Ki Edi Susilo, selaku Ketua Pelaksana Acara menuturkan bahwa acara tersebut murni didedikasikan terhadap perjuangan bapak Taufiq Kiemas atas perjuangannya.

 

Ia mengatakan, Taufiq Kiemas adalah salah satu tokoh besar yang berasal dari daerah Sumatera Selatan yang mengajarkan tentang kenegarawanan.

 

“Pak Taufiq Kiemas yang lahir pada 31 Desember 1942, dari orang tua bersama Tjik Agoes Kiemas yang berasal dari Sumsel dan Ibu Hamzatun Rusia yang berdarah Minang.”

“Pak Taufiq di besarkan dalam keluarga dalam pemikiran Islam politik yang kuat. Dan tumbuh dewasa dalam alam politik Nasionalis yang kuat. Dan pada akhirnya menjadi ketua MPR RI yang kita sama sama tahu melahirkan sebuah kebijakan yang luar biasa yaitu empat pilar bernegara,”ungkapnya.

 

Ia menambahkan bahwa Taufik Kiemas juga sebagai ketua pembina Persatuan Tamansiswa 2006-2011. “Jadi benar-benar kita dedikasinya acara ini untuk mengenang almarhum bapak Taufik Kiemas karena jasanya yang banyak untuk negara,” tambahnya.

 

Sementara itu, Joko Siswanto menuturkan bahwa dirinya sangat bangga atas terselenggaranya acara tersebut dan ia merasa senang karena pak Taufiq ada pada posisi penting di Taman Siswa, ” Saya senang karena pak Taufiq Kiemas ini menjadi orang penting di dalam Taman Siswa,” tuturnya.

 

Tak hanya itu, Taufik Kiemas dianggap sebagai sosok orang penting dan sangat berpengaruh di negara Indonesia ini.

 

“Dari sisi kebangsaan, nasionalisme tak perlu diragukan lagi. Apalagi pak Taufik Kiemas juga adalah putra daerah Sumsel yang sangat berjasa,” ungkapnya.

 

Dia menceritakan, bukti ketokohan Taufuq Kiemas, pada tahun 1998 Pancasila mulai ditentang banyak kalangan, banyak kelompok yang menentang Pancasila.

 

“Banyak teror-teror bom terjadi dari kurun waktu 1998-2004. Kemudian seiring waktu, seorang tokoh Taufiq Kiemas terpilih menjadi ketua MPR, baru Pancasilai mulai digaungkan lagi,” katanya.🔘 (mar)

 

 

Rate News

Berita Terkait



KABAR BERITA TERBARU

Tinggalkan Balasan