PORPROV BUKAN SRIMULAT

 PERISTIWA

GENPENUS – RUBRIK šŸ“” Terpaksa saya harus memberi judul seperti diatas setelah menyaksikan sendiri bagaimana kopel cabor catur membuat aturan aturan tentang jumlah nomor yg diertandingkan pada PORPROV XII kali ini.

Fantastis, konyol sekaligus menggelikan saat kopel (koordinator pelaksana) menetapkan bahwa cabor catur memperebutkan 66 medali emas, 66 medali perak, 66 medali perunggu.

Maka mulailah adegan-adegan lucu layaknya kita disuguhi tontonan lawakan srimulat.Saat kontingen kota palembang spontan mengajukan protes, karena penambahan nomor yg tidak sesuai dgn ketentuan dalam Technical Hand Book (THB) yang hanya menetapkan medali cabor catur 12 emas,12 perak dan 12 perunggu, maka kopel tetap bersikukuh pada keputusannya.

Akhirnya peristiwa konyol ini terpaksa menghadirkan dewan hakim dari Panitia Besar atau pihak KONI Provinsi Sumsel.

Kelucuan kopel adalah saat mulai berubah sikap, dari penetapan 66 medali emas turun menjadi 42, turun lagi menjadi 36, terakhir setelah didesak alasannya oleh KONI kota Palembang turun lagi menjadi 18.Sebagai perbandingan, pada event nasional PON di Papua thn 2020, medal emas untuk cabor catur hanya 15 emas yg diperebutkan, sementara pada PON di Jawa Barat 2016 hanya 10 medali emas.

Dan saat di complain oleh tim palembang, maka alasan konyol oleh kopel adalah agar atlit yg bertanding lebih banyak.

Sebuah alasan yg terlalu mengada-ada, karena PORPROV bukanlah event main-main atau ala kadarnya.

PORPROV adalah multi event olahraga yg penampilkan para atlit unggulan dari seluruh kabupaten kota sesuai cabor masing-masing, bukan atlit kacangan.Dan lebih konyol. lagi untuk memenuhi kuota 66 medali emas, kopel membuat kategori nomor yang membuat PORPROV kali ini seperti event dagelan, lucu-lucuan alias “funny games”.

Sungguh tingkah polah kopel cabor catur merusak marwah PORPROV sebagai ajang mengukur prestasi puncak. Predikat pemain papan terbaik, persis seperti kontes putri kecantikan, stand up comedy, audisi-audisi pencari bakat, dan lain lain. Masih ada rasa malu kopel untuk tidak juga membuat kategori :

atlit terjangkung

Atlit terpendek

Atlit tergemuk

Atlit terkurus

Atlit terganteng

Atlit terlucu

Atlit tertua

Atlit termuda

Atlit paling banyak.

senyum Atlit paling pendiam Atlit terbaik cara minum kopi dan lain lain.

Sungguh jika kategori ini juga dibuat oleh kopel maka lengkaplah tontonan dagelan PORPROV XII menjadi dagelan Srimulat.

Salam takzim, dan salam olahraga.

SUPARMAN ROMANS

Ketua Koni Kota Palembang

Rate News

Berita Terkait



KABAR BERITA TERBARU

Tinggalkan Balasan