Puluhan aktivis Sumsel gelar diskusi untuk wujudkan percepatan Reforma Agraria

 ORGANISASI, SUMATERA SELATAN

GENPENUS ~ SUMSEL ūüď°¬†Ketua Tim Perumus Komite Reforma Agraria Sumsel ( J.J. Palong ) bersama Puluhan aktivis Sumsel, melakukan diskusi Pembahasan Paripurna Hasil Rumusan Tim Perumus Komite Reforma Agraria Sumatera Selatan, di di Cafe KopiNian, Sekip Ujung, Kota Palembang, Prov.Sumsel, Senin(14/10/2019).

J.J  Palong mengatakan bahwa draf aturan pada rapat sebelumnya pada 7 Oktober 2019 oleh 10 orang tim perumus pada umumnya disepakati peserta diskusi saat ini, dan Untuk yang pertamanya kalinaya  nanti akan dilakukan Musyawarah Besar (Mubes) terlebih dahulu, bukan kongres.

Menurutnya, Saat ini sudah ada 18 organisasi dan 23 individu yang bergabung dalam pembentukan  Komite Reforma Agraria Sumatera Selatan. 

“direncanakan pada¬† 10 Desember 2019 Nanti akan dilakukan Mubes-nya. Dan untuk¬† tempat masih tentatif, namun inginya di Asrama Haji Palembang, Wisma Atlit¬† atau Bumi Perkemahan Candradimuka.”Katanya.¬†

Pada diskusi tersebut, telah disepakati Untuk Ketua OC atau ketua pelaksana Mubes adalah Dedek Chaniago dan Sekretaris Pelaksana Edi Susilo.

Selain itu menurutnya, Dalam Mubes kedepan akan dibahas Statuta yang meliputi: Program kerja dan memilih kepengurusan yang diantaranya: 

1) Tim pengarah Komite Reforma Agraria Sumsel.

2) Badan pelaksana harian yang diketuai dengan nama koordinator Komite Reforma Agraria Sumsel.

Kemudian untuk Estimasi peserta Mubes Komite Reforma Agraria Sumsel diperkirakan sekitar 500 orang  aktivis di Prov.Sumsel, bahkan lebih.

Untuk diketahui pula, kedepan setelah terbentuk dan¬† 3 tahun kepengurusan Komite Reforma Agraria Sumsel berakhir, pergantian kepengurusan dalam Mubes-nya berganti nama menjadi Kongres¬† sebagai puncak pengambilan keputusan atau pemilihan tim pengarah dan ketua pelaksana harian koordinator Komite Reforma Agraria Sumsel.” tambahnya.

Dalam diskusi tersebut tampak hadir Anggota Tim Perumus Komite Reforma Agraria Sumsel: Syapran Suparno, Anwar Sadat, Dedek Chaniago, S.Y. Partogi Sitinjak, Edi Susilo, Dedi Marhaen, B. Suzanna, Risdiana, dan Mursidah  serta diikuti pulahan orang Aktivis Sosial ldi Kota Palembang lainya seperti Mifhatul Firdaus, Charma Aprianto, Sukma Hidayat dan Rubi Indiarta, dll.

Sementara itu, Dedek Chaniago, sebagai ketua pelaksana Mubes terpilih mengatakan Diskusi ini merupakan tindak lanjut pada rapat sebelumnya¬† Pada 7 Oktober 2019, telah di bentuk dan di sepakati oleh peserta diskusi dari berbagai Organisasi Tani dan pendamping Tani serta indifidu dan peduli memperjuangkan Reforma Agraria.”Katanya

Pembentukan  dari Komite Reforma Agraria Sumatera Selatan adalah Forum Strategis untuk membantu kerja kawan-kawan yang sudah dari dulu mewujudkan perjuangan Reforma Agraria serta akan menjadi sebuat wadah kampanye bersama dalam dan untuk mewujudkan perjuangan Reforma Agraria.

“Tujuan pembentukan Komite Reforma Agraria Sumsel adalah Mewujudkan percepatan Reforma Agraria, yang saat ini dinilainya belum maksimal oleh pemerintah.”Tandasnya Dedek. ūüĒė’

Rate News

Berita Terkait



KABAR BERITA TERBARU

Tinggalkan Balasan