Usaha dan Upaya Badan Kesejahteraan Sosial GENPENUS


Dalam melaksanakan Aktivitasnya, Lembaga Generasi Penerus Sosial, melakukan berbagai usaha dan upaya guna dapat memenuhi dan mencapai maksud / tujuan Badan Kesejahteraan Sosial GENPENUS ini. Diantaranya :

1. PERLINDUNGAN.

Yang dimaksud dengan Perlindungan Sosial adalah semua upaya yang diarahkan untuk menegah dan menangani risiko dari guncangan dan kerentanan sosial.

Perlindungan Sosial dimaksudkan untuk menegah dan menangani risiko dari guncangan dan kerentanan sosial seseorang, keluarga, kelompok, dan/atau masyarakat agar kelangsungan hidupnya dapat dipenuhi sesuai dengan kebutuhan dasar minimal.
Perlindungan Sosial yang kami lakukan ditujukan kepada seseorang, keluarga, kelompok, dan/atau masyarakat yang berada dalam keadaan tidak stabil yang terjadi secara tiba-tiba sebagai akibat dari situasi krisis sosial, ekonomi, politik, bencana, dan fenomena alam. 
Dalam melakukan aktivitas bidang pelayanan Perlindungan Sosial kami akan berusaha melaksanakannya melalui:
  • Bantuan sosial;
  • Advokasi sosial; dan/atau
  • Pendampingan Masyarakat.

Jenis Aktivitas dan bantuan langsung ataupun tidak langsung yang dapat kami berikan, berupa:
  1. Bantuan Pelayanan sandang, pangan, dan papan;
  2. Bantuan Pelayanan dan santunan Sakit, santunan Kecelakaan, dan santunan Kematian.
  3. Bantuan pelayanan kesehatan;
  4. Bantuan penyediaan tempat penampungan sementara;
  5. Bantuan Pemberian uang tunai;
  6. Bantuan Pelayanan / advokasi keringanan biaya pengurusan dokumen kependudukan dan kepemilikan;
  7. Bantuan penyediaan dan pelayanan kebutuhan pokok murah;
  8. Bantuan penyediaan atau pelayanan dapur umum, air bersih, dan sanitasi yang sehat.
  9. Bantuan Pelayanan dan atau Pengadaan / penyediaan pemakaman.
Bantuan langsung atau pun tidak langsung disalurkan hanya untuk yang membutuhkan sesuai dengan sasaran Badan Kesejahteraan sosial GENPENUS, baik itu secara rutin atau sesuai program.

2. PEMBERDAYAAN.

Secara garis besar pemberdayaan masayarakat kami lakukan melalui pengembangan masyarakat dan pengorganisasian masyarakat, apa yang dikembangkan dari masyarakat dan sikap hidupnya.
Kemampuan masyarakat dapat meliputi antara lain kemampuan untuk bertani, beternak, melakukan wirausaha atau ketrampilan membuat home industry dan masih banyak lagi kemampuan dan ketrampilan masyarakat yang dapat dikembangkan.
dalam mengembangkan kemampuan dan ketrampilan masyarakat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya dengan mengadakan pelatihan atau mengikutkan masyarakat pada pelatihan-pelatihan pengembangan kemampuan dan ketrampilan yang dibutuhkan. selain itu kita juga berusaha mengajak masyarakat mengunjungi kegiatan ditempat lain dengan maksud supaya masyarakat dapat melihat sekaligus belajar.
Sikap hidup yang perlu diubah tentunya sikap hidup yang merugikan atau menghambat peningkatan kesejahteraan hidup. Merubah sikap bukan pekerjaan mudah mengapa karena masyarakat sudah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun sudah melakukan hal itu, untuk itu memerlukan waktu yang cukup lama untuk melakukan perubahan sikap. kami akan terus berusaha memberikan penyadaran bahwa apa yang mereka lakukan selama ini merugikan mereka.
Dalam hal ini, kami berusaha menempatkan masyarakat sebagai pelakunya, oleh sebab itu kami mengajak masyarakat dan termasuk anda sebagai pengunjung website ini untuk memulai dalam hal perencanaan kegiatan, pelaksanaan, pemeliharaan dan pelestarian. Pelibatan masyarakat dan anda sejak awal kegiatan memungkinkan kita semua dapat memiliki kesempatan belajar lebih banyak.
Pada awal-awal kegiatan kami siap mendampingi untuk memberikan informasi atau penjelasan bahkan contoh langsung. Pada tahap ini kita lebih banyak belajar dan pada tahap-tahap berikutnya kita juga mulai memberikan kesempatan untuk mencoba melakukan sendiri hingga mampu atau bisa, sehingga dikemudian hari masyarakat sudah mampu untuk melakukannya sendiri atau mandiri.

3. REHABILITASI.

Rehabilitasi Sosial dimaksudkan untuk memulihkan dan mengembangkan kemampuan seseorang yang mengalami disfungsi sosial agar dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar, baik secara fisik, mental, dan sosial, serta memberikan dan meningkatkan keterampilan. 
 
Dalam bidang Rehabilitasi Sosial, kami akan berusaha melaksanakannya secara persuasif, motivatif, koersif, baik dalam keluarga, masyarakat maupun panti sosial.
Dalam kegiatan Rehabilitasi Sosial kami berusaha meberikan Pelayanan dalam bentuk:
  1. motivasi dan diagnosis psikososial;
  2. perawatan dan pengasuhan;
  3. pelatihan vokasional dan pembinaan kewirausahaan;
  4. bimbingan mental spiritual;
  5. bimbingan fisik;
  6. bimbingan sosial dan konseling psikososial;
  7. pelayanan aksesibilitas;
  8. bantuan dan asistensi sosial;
  9. bimbingan resosialisasi;
  10. bimbingan lanjut; dan/atau
  11. rujukan.

4. PENANGGULANGAN.

Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang di hadapi oleh seluruh pemerintahan yang ada di dunia ini. Ia di pengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Faktor tersebut antara lain tingkat pendapatan, pendidikan, kesehatan, akses barang dan jasa, lokasi geografis, gender dan kondisi lingkungan. Kemiskinan merupakan kondisi dimana seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya dalam rangka menuju kehidupan yang lebih bermartabat. Oleh karena itu, kemiskinan wajib untuk ditanggulangi, sebab jika tidak tertanggulangi akan dapat mengganggu pembanguan nasional. Dalam konteks ini, beberapa upaya yang tengah dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah dengan menggerakkan sektor real melalui sektor UMKM. Beberapa kebijakan yang menyangkut sektor ini seperti program KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat). Upaya strategis yang dapat dilakukan dalam rangka pemberdayaan UMKM antara lain, pertama, menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan UMKM meliputi regulasi dan perlindungan usaha. Kedua menciptakan sistem penjaminan bagi usaha mikro. Ketiga menyediakan bantuan teknis berupa pendampingan dan bantuan menejerial. Keempat memperbesar akses perkreditan pada lembaga keuangan. Dengan empat langkah tersebut, maka sektor UMKM akan lebih bergerak yang pada akhirnya akan berakibat pada pengurangan angka kemiskinan.

Untuk meningkatkan efektifitas upaya penanggulangan kemiskinan, Presiden telah mengeluarkan Perpres No. 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, yang bertujuan untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan hingga 8 % sampai 10 % pada akhir tahun 2014.

Terdapat empat strategi dasar yang telah ditetapkan dalam melakukan percepatan penanggulangan kemiskinan, yaitu:

  • Menyempurnakan program perlindungan sosial

  • Peningkatan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar

  • Pemberdayaan masyarakat, dan

  • Pembangunan yang inklusif

Terkait dengan strategi tersebut diatas, Pemerintah telah menetapkan instrumen penanggulangan kemiskinan yang dibagi berdasarkan tiga kelompok kerja, masing-masing: 

  • Kelompok Kerja (Pokja) Kebijakan Bantuan Sosial 
  • Kelompok Kerja (Pokja) Kebijakan Jaminan Kesehatan 
  • Kelompok Kerja (Pokja) Kebijakan Peningkatan Kapasitas Ekonomi & Pendapatan

Program Penanggulangan Kemiskinan
Beberapa program yang tengah digalakkan oleh pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan antara lain dengan memfokuskan arah pembangunan pada tahun 2008 pada pengentasan kemiskinan. Fokus program tersebut meliputi 5 hal antara lain pertama menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok; kedua mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin; ketiga menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat; keempat meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar; dan kelima membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin.
Dari 5 fokus program pemerintah tersebut, diharapkan jumlah rakyat miskin yang ada dapat tertanggulangi sedikit demi sedikit. Beberapa langkah teknis yang digalakkan pemerintah terkait 5 program tersebut antara lain:

a. Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Fokus program ini bertujuan menjamin daya beli masyarakat miskin/keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras. Program yang berkaitan dengan fokus ini seperti :

  • Penyediaan cadangan beras pemerintah 1 juta ton
  • Stabilisasi/kepastian harga komoditas primer

b. Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin. Fokus program ini bertujuan mendorong terciptanya dan terfasilitasinya kesempatan berusaha yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat/keluarga miskin. Beberapa program yang berkenaan dengan fokus ini antara lain:

  • Penyediaan dana bergulir untuk kegiatan produktif skala usaha mikro dengan pola bagi hasil/syariah dan konvensional.
  • Bimbingan teknis/pendampingan dan pelatihan pengelola Lembaga Keuangan Mikro (LKM)/Koperasi Simpan Pinjam (KSP).
  • Pelatihan budaya, motivasi usaha dan teknis manajeman usaha mikro
  • Pembinaan sentra-sentra produksi di daerah terisolir dan tertinggal
  • Fasilitasi sarana dan prasarana usaha mikro
  • Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir
  • Pengembangan usaha perikanan tangkap skala kecil
  • Peningkatan akses informasi dan pelayanan pendampingan pemberdayaan dan ketahanan keluarga
  • Percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah
  • Peningkatan koordinasi penanggulangan kemiskinan berbasis kesempatan berusaha bagi masyarakat miskin.

c. Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi penduduk miskin. Program yang berkaitan dengan fokus ketiga ini antara lain :

  • Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di daerah perdesaan dan perkotaan
  • Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah
  • Program Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus
  • Penyempurnaan dan pemantapan program pembangunan berbasis masyarakat.

d. Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar. Fokus program ini bertujuan untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar. Beberapa program yang berkaitan dengan fokus ini antara lain :

  • Penyediaan beasiswa bagi siswa miskin pada jenjang pendidikan dasar di Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs);
  • Beasiswa siswa miskin jenjang Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA);
  • Beasiswa untuk mahasiswa miskin dan beasiswa berprestasi;
  • Pelayanan kesehatan rujukan bagi keluarga miskin secara cuma-cuma di kelas III rumah sakit;


e. Membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin. Fokus ini bertujuan melindungi penduduk miskin dari kemungkinan ketidakmampuan menghadapi guncangan sosial dan ekonomi. Program teknis yang di buat oleh pemerintah seperti :

  • Peningkatan kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender (PUG) dan anak (PUA)
  • Pemberdayaan sosial keluarga, fakir miskin, komunitas adat terpencil, dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya.
  • Bantuan sosial untuk masyarakat rentan, korban bencana alam, dan korban bencana sosial.
  • Penyediaan bantuan tunai bagi rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang memenuhi persyaratan (pemeriksaan kehamilan ibu, imunisasi dan pemeriksaan rutin BALITA, menjamin keberadaan anak usia sekolah di SD/MI dan SMP/MTs; dan penyempurnaan pelaksanaan pemberian bantuan sosial kepada keluarga miskin/RTSM) melalui perluasan Program Keluarga Harapan (PKH).
  • Pendataan pelaksanaan PKH (bantuan tunai bagi RTSM yang memenuhi persyaratan).

Peran Lembaga Generasi Penerus sosial dalam hal Penanggulagan kesejahteraan sosial ini adalah;
a. Membantu pihak pihak Pemerintah sesuai program pemerintah baik secara nasional ataupun lokal.
b. membantu pemerintah atau swasta dalam hal penyelenggarakan Pelayanan Penanggulangan Kesejahteraan sosial dan atau penanggulangan kemiskinan.
c. Bekerjasama degan berbagai pihak dalam pelaksanaan upaya penaggulangan Bencana dan sejenisnya.



Bagi para partisipan yang ingin menyisihkan sebagian dari hartanya,
Bisa menyalurkannya ke rekening nomor 1120012125899
Atas Nama : Generasi Penerus Sosial
atau





DPP GENPENUS || BADAN KESOS || BADAN DIKLAT || BADAN PERS || BADAN EKONOMI || BADAN ADVOKASI || DPT-P, DPT-KK, DPT-KC

FARTHNER dan SPONSOR